Sabtu, 11 Juni 2011

tahu goreng ..yummy!!

Alhamdulillah weekend ini makan siang enak bareng keluarga..
tadi abis masak bareng.
yang kita masak sih cuma tahu goreng..
eits,, tunggu dulu. ini lain dari tahu goreng biasa. yang ini di jamin enak, sehat n gampang cara bikinnya.
bahan yang dibutuhkan cuma tahu putih, salada, kecambah "toge" , kacang tanah, kecap, bawang merah-putih, cabe merah, cabe rawit,dan jeruk nipis.
'Tahu'nya standarlah digoreng. nah buat bikin sambalnya, di'ulek' aja semua bumbu2nya. cabe2 n bawangnya, trus dicampur sama kacang tanah yang udah ditumbuk, kacang tanahnya dipanggang dulu.
trus udah deh, kasih kecap dan jeruk nipis sesuka kita..
Siapin di piring kecambah yang udah direbus, saladanya (cukup dicuci bersih aja), dan tahu goreng tadi dipotong kecil-kecil.. tambahkan deh sambal yang udah dibikin tadi..Jadi deh, makan siang enak, gak banyak kerja.
this is it..-katanya sih tahu goreng khas medan-

Jumat, 10 Juni 2011

ini alif , ini ba, ini ta ...


alhamdulillah seru banget.. ngajarin adek-adek kecil mengenal huruf-huruf hijaiyah._baca iqra_
Mereka polos banget, semangat belajar baca Al-quran. Aku udah mulai ngajarin dari sebulan yang lalu di masjid Miftahul Ulum. Mulai dari iqra 1 sampai iqra 3. Biarpun belum kenal dekat sama mereka, tapi ketemu sama mereka yang bisa bikinku senyum-senyum sendiri. Asli mereka lucu-lucu, polos banget, disuruh baca ulang, mereka ulang. tapi yang agak susah nyuruh mereka diam, maunya rame terus, namanya juga anak kecil..hhehe 'senyum2 sendiri ^_^'
Nah, sekarang aku tau, yang paling penting itu pengenalan huruf dan cara bacanya. Biarpun mereka masih suka salah-salah, tapi yang penting murabbi nya contohin yang benar.
Aku juga masih sambil belajar Makhorijul Huruf yang benar.
ini sedikit penjelasannya..
Makhorijul huruf dibagi menjadi 5 tempat, yaitu :
1. Al-Jauf (rongga mulut)
Huruf yang keluar dari jauf yaitu : alif, wawu, ya’
2. Halaq (tenggorokan)
a. Asyqal Halqi (pangkal tenggorokan), yaitu hamzah ( ء ) dan ha’) هـ )
b. Wasthul Halqi (pertengahan tenggorokan), yaitu ha’( ح ) dan ‘ain ( ع )
c. Adnal Halqi (ujung tenggorokan), yaitu ghoin ( غ ) dan kho’ ( خ )
3. Lisan (lidah)
Bunyi huruf hijaiyah dengan tempat keluarnya lidah ada 18. Dikelompokkan menjadi 10 makhraj, yaitu :
a. Pangkal lidah dan langit-langit mulut bagian belakang
Yaitu huruf qof ( ق ) bunyinya keluar dari pangkal lidah dekat dengan kerongkongan yang dihimpitkan ke langit-langit mulut bagian belakang.
b. Pangkal lidah bagian tengah dan langit-langit mulut bagian tengah
Yaitu huruf kaf ( ك ) bunyinya keluar dari pangkal lidah di depan makhroj huruf qof yang dihimpitkan ke langit-langit bagian mulut bagian tengah.
c. Tengah-tengah lidah
Yaitu huruf jim ( ج ), syin ( ش ), dan ya’ ( ي ) bunyinya keluar dari tengah-tengah lidah serta menepati langit-langit mulut yang tepat di atasnya.
d. Pangkal tepi lidah
Yaitu huruf dho’ ( ض ) bunyinya keluar dari tepi lidah (boleh tepi lidah kanan atau kiri) hingga sambung dengan makhrojnya huruf lam, serta menepati geraham.
e. Ujung tepi lidah
Yaitu huruf lam ( ل ) bunyinya keluar dari tepi lidah (sebelah kiri atau kanan) hingga penghabisan ujung lidah serta menepati dengan langit-langit mulut atas.
f. Ujung lidah
Yaitu huruf nun ( ن ) bunyinya keluar dari ujung lidah setelah makhrojnya lam, lebih masuk sedikit ke dasar lidah serta menepati dengan langit-langit mulut atas.
g. Ujung lidah tepat
Yaitu huruf ro’ ( ر ) bunyinya keluar dari ujung lidah tepat setelah makhrojnya nun dan lebih masuk ke dasar lidah serta menepati dengan langit-langit mulut atas.
h. Kulit gusi atas
Yaitu huruf dal ( د ), ta’ ( ت ), tho’ ( ط ) bunyinya keluar dari ujung lidah serta menepati dengan pangkal gigi seri yang atas.
i. Runcing lidah
Yaitu huruf shod ( ص ), sin ( س ), za’ ( ز ) bunyinya keluar dari ujung lidah serta menepati ujung dua gigi seri yang bawah.
j. Gusi
Yaitu huruf dho’ ( ظ ), tsa’ ( ث ), dzal ( ذ ) bunyinya keluar dari ujung lidah serta menepati dengan ujung dua gigi seri yang atas.
4. Asy-Syafatain (dua bibir)
Yang termasuk huruf syafatain yaitu :
a. Fa’ ( ف ) keluar dari dalamnya bibir yang bawah serta menepati dengan ujung dua gigi seri yang atas.
b. Wawu ( و ), ba’ ( ب ), mim ( م ) keluar di antara dua bibir (antara bibir atas dan bawah). Hanya saja untuk wawu bibir membuka, sedangkan untuk ba’ dan mim bibir membungkam.
5. Al-Khaisyum (pangkal hidung)
Adapun huruf-hurufnya yaitu huruf-huruf ghunnah mim dan nun dengan ketentuan :
a. Nun bertasydid
b. Mim bertasydid
c. Nun sukun yang dibaca idghom bighunnah, iqlab dan ikhfa’ haqiqi
d. Mim sukun yang bertemu dengan mim atau ba’

Itu dia penjelasannya. semoga manfaat!

Mudah-mudahan bisa membaca Alquran dengan lafadz yang benar, supaya artinya juga nggak salah salah.

Aku jadi teringat, gimana pusingnya guru ngajiku waktu aku TPA dulu ya?!?
makasih buat guru-guru ngajiku mulai dari TK sampai sekarang yang terus bantu membenarkan bacaanku.. guruku terakhir_dosenku_ustadzah umi salami..syukron ustadzah

Kamis, 09 Juni 2011

bersyukur saat bersin..


Huatcchiimmm...
Bersin.. pasti semua orang pernah bersin. . entah itu karena sedang flu atau alergi.
Tau kah kalau dalam Islam juga ada adab bersin, dan sebetulnya bersin itu amat baik, bersin termasuk salah satu nikmat yang Allah berikan ke manusia. Kebayang nggak kalau nggak bisa bersin, pasti rasanya nggak enak, virus dan bakteri jadi gampang masuk ke tubuh.
" Alhamdulillah" ucapan syukurlah yang harus kita ucapkan setelah bersin, itu yang diperintahkan Rasulullah SAW.
Rasulullah bersabda:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’alaa anhu, Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya”.
Shahih Bukhari, 6223.
Dan ternyata setelah dilakukan penelitian oleh beberapa mahasiswa dari sebuah universitas di Amerika, pada saat bersin jantung manusia berhenti berdetak NOL KOMA SEKIAN DETIK. Maka patutlah kita bersyukur atas kembali berdenyutnya jantung kita. Selain itu, dengan bersin kita juga dihindarkan dari penyakit-penyakit yang dapat masuk ke tubuh kita melalui rongga hidung. Kalau kita bersin, berarti sistem penyaringan di pernafasan kita alhamdulillah masih berfungsi dengan baik.
Subhanallah.. Allah memberikan apapun yang terbaik buat hambaNya.
Dan adab selanjutnya, jika kita mendengar orang lain bersin lalu mengucapkan Alhamdulillah,maka kita yang mendengarnya mendoakan orang itu dengan ucapan “yarhamukallah” (semoga Allah merahmatimu). Kemudian orang yang bersin tadi kembali mendoakan kita dengan ucapan “yahdiikumullooh wayushlih baalakum” (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu).

So, jangan lupa bersyukur..

Rabu, 08 Juni 2011

ini akibatnya !


Jaman sekarang sudah sering kita dengar pernikahan yang terjadi karena MBA "Married by accident". Tentu kita sudah tau, apa penyebab dari kekacauan itu, penyebab dari hilangnya keindahan pernikahan yang seharusnya diliputi rasa suka cita menuju kehidupan baru karena ridha dari Allah SWT. Itu dikarenakan kurang terjaganya syariah dalam diri remaja laki-laki maupun wanita. Terkadang memang kita bisa menggampangkan ketentuan syariah yang sudah ada dengan ucapan, "ahh, jaman sekarang itu mah biasa!" atau "alah, yang penting kan bisa jaga diri".
Memang, dalam kondisi sadar, kita bisa bicara seperti itu, tapi tidakkah kita tahu kalau setan tidak akan berhenti menggoda dan mencelakakan diri kita. Setiap saat setan akan terus berusaha, dengan segala upayanya menjerumuskan manusia ke dalam lembah kenistaan. Makanya, salah satu cara kita untuk membuat setan frustasi adalah dengan menjalankan hidup kita sesuai dengan syariat yang sudah ditetapkan.
Aku pernah membaca sebuah kisah dari buku " Nikmatnya Pacaran setelah Pernikahan" karya Salim A Fillah, di buku itu dikisahkan perempuan aktivis dakwah dan laki-laki yang juga aktivis dakwah selalu mencoba membentengi diri mereka dengan syariah Islam. Semasa sekolah sampai kuliahnya mereka tidak pernah menjalin hubungan dekat dengan yang bukan mahramnya. Sampai tiba saatnya, laki-laki itu berniat melamar si perempuan yang memang telah ia kenal melalui aktivitas dakwah, dan mengutarakan keinginannya untuk segera menikah. Permintaan itupun diterima dan mulailah mereka merencanakan berbagai persiapan untuk melangsungkan pernikahnan. Kemudian disinilah masalahnya. Ketika hampir semua persiapan pernikahan telah selesai, laki-laki itu berniat menunjukkan sebuah rumah yang nantinya akan mereka tempati kepada calon istrinya. Untuk tetap dalm koridor syariah, maka laki-laki itu berinisiatif untuk mengajak ibu dan adiknya agar ia dan calon istrinya tidak pergi berduaan. Sampailah harinya, tiba-tiba ibu dan adik laki-laki itu tidak bisa ikut karena kakeknya sakit. jadilah laki-laki itu berangkat ke rumah kost2an calonnya sendirian. Sesampainya di kost2an, laki-laki itu menceritakan tentang ibunya yang tidak jadi ikut dan meminta salah satu teman perempuan itu menemani mereka. Akhirnya, mereka bertiga berangkat menuju rumah yang ingi dilihat. Tiba-tiba di tengah perjalanan, teman perempuan itu mendapat telfon dandiminta ntuk segera pulang karena ada hal yang sangat mendesak. Dengan berat hati, perempuan itu mempersilahkan temannya untk pulang. Sebenarnya hatinya tidak tenang karena kini dia hanya tinggal berdua dengan calon suaminya itu. Catatan disini "calon suami" jadi ejlas belum jadi mahramnya". tapi mereka lalai, dan tetap melanjutkan perjalanan. Sesampainya di rumah yang ingin dilihat, mereka berkeliling dengan perasaan senang karena disinilah masa depan mereka. Sampai akhirnya malapetaka itu terjadi. Ketika si perempuan pergi ke kamar mandi, tiba-tiba ia dikagetkan dengan kecoa yang jalan ke arahnya, serta merta ia keluar dari kamar mandi da langsung memeluk calon suaminya itu. Disinilah puncak kekacauannya, mereka pun terbuai, mereka masuk dalam perangkap setan. mereka melakukan perbuatan hina dan setan bahagia. berzina. Setelah itu , mereka tersadar dan menyesal, menyesal, ya hanya menyesal yang kini bisa dilakukan. Tak bisa mereka mengatakan apapun, dengan rasa takut dan malu yang teramat sangat mereka menuju mobil dan pulang. Sambil terus meneteskan air mata, perempuan itu menyesali kekhilafannya, menyesali dirinya yang telah meremehkan syariah, menyesalkan kenapa ibu dan adik calon suaminya tidak bisa iktu, menyesalkan kenapa temannya ia biarkan meninggalkan ia dan calon suaminya jalan berdua. Ya Allah, yang tersisa hanyalah penyesalan. Begitu pula dengan laki-laki itu, ia tak berhenti mengutuki dirinya yang bodoh, yang mau saja mengikuti kemauan setan laknatullah. Pikirannya kacau, dia tidak fokus menyetir dan akhirnya mobil mereka bertabrakan dengan truk yang ada di depannya. Laki-laki itupun meninggal dunia di tempat, sedangkan si perempuan koma beberapa minggu di rumah sakit. Ketika dia sadar, kabar yang ia dengar amat mengejutkan, ia telah hamil dan bapak dari anaknya itu telah meninggal dunia. Tak bisa dibayangkan betapa sakit hatinya, betapa malunya ia, betapa takutnya ia, akan murka dari Allah.. Inlah balasan dari perbuatan buruknya, padahal selama hidupnya dia selalu mencoba menjaga diri. Tapi karena satu kelalaian ini, ia terpeleset ke jurang yang menghancurkan masa depannya.
Begitulah kisahnya, cerita ini kisah nyata yang ia sampaikan dengan tujuan agar menjadi pelajaran buat akhwat dan ikhwan sekalian untuk tidak menggampangkan syariah Islam.
semoga kita selalu ingat!!

sukses itu harus !!

Sebagai muslimah, yang kita harapkan tentunya tidak hanya sukses di dunia saja, tapi juga sukses di akhirat. Akan lebih baik jika kita bisa menyeimbangkan keduanya. Kita selalu mengingat Allah SWT, beribadah kepadaNya, dan taat padaNya, dengan tidak melupakan bahwa kita sekarang berada di dunia. Berbuat yang terbaiklah di dunia untuk bekal kita di akhirat. Karena dunia bagaikan jembatan yang akan menghantarkan kita nanti ke surga atau neraka. Kehidupan akhiratlah yang kekal, jadi jangan siakan kesempatan hidup di dunia.

So, untuk sukses kita butuh 6T. Paling tidak ini bisa membantu membentuk kepribadian yang sukses. Ini dia :

Tenang; bagi seorang muslim yang ingin sukses maka dirinya mesti bersikap tenang. Tenang karena dirinya yakin akan adanya kekuasaan Allah. Dialah yang maha pemberi rezeki kepada setiap makhluk Nya. Ingatlah, bahwa diri kita hanyalah salah satu dari makhluk Nya yang pasti menerima rezeki dari Nya.

Terencana; seorang muslim yang mendambakan kesuksesan haruslah melakukan setiap kegiatan, aktivitas, pekerjaan, apapun dia haruslah dengan terencana. Karena hal ini dapat membantu memperoleh target yang kita harapkan.

Tawakal; setelah pekerjaan, kegiatan, aktivitas yang dilakukan secara terencana, seorang muslim mesti menyerahkan sepenuhnya kepada Allah. Karena Allahlah yang mengetahui akan hasil atau ganjaran yang kita peroleh dari suatu pekerjaan atau aktivitas yang kita lakukan.

Tekun dan Istiqomah; ini penting, karena boleh jadi kejenuhan yang kita rasakan terhadap suatu pekerjaan merupakan suatu ujian kepada kita seberapa kuat kita mampu bertahan terhadap pekerjaan yang kita tekuni tersebut.

Tegar dan Sabar; seorang muslim tidak boleh mudah menyerah atau putus asa bila gagal meraih kesuksesan yang di idamkan. Oleh karena itu, ketegaran dan kesabaran sangat dibutuhkan. Karena dengan ketegaran dan kesabaran akan menjadikan dirinya menjadi orang yang bermental baja, tahan banting terhadap segala yang menimpa dirinya.

Tawadhu’; jika seorang muslim sudah berada pada puncak kesuksesan maka ia perlu menghadirkan sikap tawadhu’ (rendah hati). Ingatlah bahwa jika yang dihadirkan itu adalah kesombongan baik itu berupa materi, ilmu dan spritual yang dimiliki, maka kesombongan itu merupakan sarana yang paling efektif untuk menjatuhkan martabat seorang muslim.

Bisa dikatakan sukses di dunia kalau kita sudah bisa bermanfaat buat orang di sekitar kita.
Semoga semua bisa menjadi orang yang sukses.

Selasa, 07 Juni 2011

sorry.. aku malu dan takut !


alhamdulillah..
sampai saat ini, Allah terus memberikan kenikmatan hidup padaku. Walau terkadang aku jarang bersyukur.
Bersyukurlah buat remaja muslimah yang sampai saat ini masih bisa menjaga kesucian dirinya, menampakkan sifat malunya, karena malu adalah perhiasan wanita yang paling indah. Dengan rasa malu, ia dapat menundukkan pandangannya, menutup auratnya, dan menjaga perilakunya.
Malu adalah rasa yang membuat seorang mukmin urung melakukan maksiat karena perasaan serba salah jika sampai dilihat oleh Allah.
Rasulullah saw bersabda :
"Jika Allah hendak menghancurkan suatu kaum (negeri), maka terlebih dahulu dilepaskannya rasa malu dari kaum itu." (HR. Bukhari - Muslim).
Maka terancamlah kita, jika budaya malu sudah hilang dari diri kita.

Ada satu rasa malu yang sekarang mulai berkurang pada seorang wanita, yaitu rasa malu berhubungan atau berdekatan dengan laki-laki yang bukan mahramnya.
Tentu mata kita sudah biasa melihat sepasang anak manusia yang belum menikah dan bukan mahramnya berduaan di berbagai tempat. Tidak ada rasa malu dan takut lagi untuk jalan bersama, pegangan tangan, atau sampai hal yang lebih jauh dari itu _na'udzubillahi min dzalika_
Padahal Rasulullah SAW pernah bersabda,"Tidak ada suatu cobaan sepeninggalanku yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki yang melebihi bahayanya cobaan yang berhubungan dengan soal wanita." (HR. Muslim)
Kenyataannya, perilaku yang sering kita sebut dengan "Pacaran" itu sudah menjadi hal biasa. Terkadang, walaupun diri kita sudah mulai memunculkan rasa malu itu, ada saja godaannya. Memang lingkungan sangat mempengaruhi. Nikmatnya kalau kita dikelilingi oleh keluarga dan teman yang selalu mengingatkan kita apa pentingnya rasa malu itu, apa pentingnya kita sedikit menjaga jarak dengan lawan jenis yang bukan mahram kita.
Mungkin, jika suatu saat ada laki-laki yang mendekati kita, kita muslimah yang masih memiliki rasa malu kepada Allah SWT, bisa bilang "Sorry, aku malu dan takut!" Insyaallah, laki-laki yang baik pasti akan mengerti, sehingga kita juga bisa terhindar dari bahaya mendekati zina dan Insyaallah Allah meridhai usaha kita untuk menjaga diri.
aku sendiri masih perlu selalu diingatkan, berharap selalu dalam ridha Allah SWT..

Selasa, 10 Mei 2011

mahasiswa itu adalah..

Di sebuah universitas terkenal, seorang dosen pernah menantang mahasiswanya: “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?” Seorang mahasiswa dengan berani menjawab: “Betul Pak, Tuhan yang menciptakan semuanya.’ ‘Tuhan menciptakan semuanya?’ tanya dosen itu sekali lagi. “Benar Pak,” jawab mahasiswa tersebut.

Dosen itu meresponi: “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan pemahaman orang bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan?” Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis dosen tersebut. Dosen itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Seorang mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Maaf pak, boleh saya mengatakan sesuatu?” “Tentu saja,” jawab dosennya. Mahasiswa itu berdiri dan bertanya: “Menurut Bapak, apakah dingin itu ada?” “Pertanyaan macam apa itu, tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” tanya dosennya yang diiringi tawa mahasiswa lainnya. Mahasiswa itu menjawab: “Kenyataannya Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata ‘”dingin” untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Mahasiswa itu melanjutkan: “Apakah Bapak meyakini bahwa gelap itu ada?” Dosennya menjawab: “tentu saja ada, padamkan lampu sekarang!” yang disambut tawa menggelegar mahasiswa dari jawaban dosen tersebut’. “Sekali lagi, Bapak kurang benar. Gelap itu juga tidak ada.” Menurut mahasiswa itu: ‘Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna.

Tapi Bapak tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.

Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Bapak dosen, apakah kejahatan itu ada?” Dengan bimbang, dosen itu menjawab: “Tentu saja, seperti yang telah

saya katakan sebelumnya.” Dia melanjutkan: “Anda melihat setiap hari di media perkara kriminal, kejahatan kemanusian berupa perampokan dan kekerasan di antara manusia. Fenomena tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan dosennya, mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi saya tidak sepakat dengan Bapak.” Mahasiswa itu melanjutkan: “Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, “kejahatan” adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih sayang Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.” Dosen itu terdiam dan semua mahasiswa mengangguk-angguk.

tahukah anda siapa mahasiswa itu?? konon mahasiswa itu adalah Einstein.. begitu kritis.. dan selalu mencari alasan logis.. adakah hidayatullah untuknya??