Senin, 09 Mei 2011

Library of Congress

Sudah pernahkah melihat rak buku yang jika disusun berurutan panjangnya akan menncapai 625 km??
Disinilah kita bisa menemukannya..
Ini adalah Perpustakaan Nasional Amerika atau lebih dikenal dengan Library of Congress. Ini adalah perpustakaan terbesar di dunia dari segi luas rak buku dan total koleksi buku.
Begitu besar dan luasnya perpustakaan ini pasti akan membuat setiap orang yang masuk kesana tenggelam dalam tumpukan buku-buku dari seluruh dunia. Walaupun saya belum pernah kesana, tapi saya sudah bisa membayangkan, betapa banyaknya tumpukan-tumpukan ilmu disana.
Berikut beberapa bukti bahwa memang perpustakaan ini terbesar di dunia. Katalog perpustakaan ini mendaftar lebih dari 32 juta judul bahan pustaka yang ditulis dalam 470 bahasa. Perpustakaan juga menyimpan koleksi 61 juta manuskrip, dan koleksi buku langka terbesar di Amerika Utara, termasuk naskah Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat dan Kitab Gutenberg (satu dari 4 salinan velum dalam keadaan sempurna yang ada).[4] Selain itu, perpustakaan menyimpan lebih dari 1 juta judul terbitan pemerintah Amerika Serikat, 1 juta terbitan surat kabar dari seluruh dunia selama 3 abad terakhir, 33.000 volume surat kabar yang dijilid, 500.000 gulung mikrofilm, lebih dari 6.000 judul buku komik, dan koleksi literatur hukum terbesar di dunia.[5] Koleksi bahan nonbuku terdiri dari film, 4,8 juta judul peta, lembar musik, 2,7 juta judul rekaman suara, lebih dari 13,7 juta lembar foto (termasuk gambar arsitektur), serta biola Betts Stradivarius dan Cassavetti Stradivarius.Petugas perpustakaannya saja mencapai 3 ribu orang. Luar biasa.

Minggu, 08 Mei 2011

aku pergi..

akhirnya datang juga,,hari dimana aku harus berpisah dengan saudari-saudariku tercinta, aku mencintai mereka karena Allah ta'ala.. mereka adalah penyemangatku, senyum mereka, tangis mereka, amarah mereka, lelucon mereka, nasihat mereka, selalu jadi pelajaran bagiku. tidak pernah aku dapatkan ukhuwah yang seperti ini sebelumnya. Hanya 8 bulan aku bersama mereka, tapi rasanya kami sudah saling merasakan kebahagiaan dan penderitaan satu sama lain. Nggak akan bisa aku lupakan , berbagai diskusi ataupun obrolan santai yang telah kami lakukan, berbagai aktifitas rutin yang terkadang membuat penat, tapi tetap kami jalani, kami kuat karena bersama.
Tapi kini, aku seperti seekor burung yang terpisah dari kawanannya, tadinya, setiap aku mengalami kesulitan, ada yang membantu, setiap aku bingung, ada yang menasehati. Kini aku terpisah dari mereka, aku harus berjuang sendiri, tetap berjuang mempertahankan apa yang telah kami yakini, menjaga terus syariat Islam yang telah diperintahkan Allah pada hambaNya. Selama disana bersama mereka, mungkin tidak ada hal-hal yang bisa menyebabkan pelanggaran syariat Islam, karena kami begitu dijaga disana.
Tapi, ini kenyataannya, ini keputusanku yang harus aku terima resikonya. Aku memang punya alasan meninggalkan mereka, dan ku harap alasanku diridhai oleh Allah, cita-citsku dikabulkan oleh Allah.
Begitu banyak pesan mereka kepadaku.. semuanya begitu menyentuh hatiku. Ada yang bilang," Kalau anti gak bisa berjuang disini, jadilah mujahidah Islam di luar (di tempat lain)", " Ingatlah kata demi kata dalam alquran yang pernah anti hafalkan, ingatlah berapa banyak kosa kata yang telah bisa anti ucapkan dalam bahasa Arab", dan masih banyak lagi pesan mereka untukku. aku nggak sanggup untuk menahan tangis, di depan mereka pun aku menangis, ketika menulis ini pun aku menagis, karena aku begitu merindukan mereka.
ada hadist yang membuatku tersenyum saat mengingat persaudaraan kita : Disediakan untuk sekelompok orang kursi-kursi di seputar Arsy pada hari kiamat; wajah mereka seperti bulan di malam kemuliaan, orang-orang merasa cemas tetapi mereka tidak merasa cemas, orang-orang merasa takut tetapi mereka tidak merasa takut, mereka adalah para wali Allah yang tidak ada rasa takut pada diri mereka dan tidak merasa bersedih hati." Ditanyakan, "Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?" Nabi SAW menjawab: "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah." (HR Bukhari-Muslim dan Tirmidzi)..
Aku pergi dari kampusku tercinta, kampus pengkaderan, kampus yang mendidik ulama yang pemimpin, kampus stis Hidayatullah..
semoga kutemukan tempat lain yang terbaik.. jejak kakiku melangkah keluar gerbang meninggalkan sejuta kenangan indah di dalam..

Minggu, 03 April 2011

it's me.. when i was child




yeyy.. itu aku waktu wisuda tk di medan.. nama Tk nya nikmatul fadhillah. waktu foto wisuda itu, aku sama sekali gak ada persiapan, karena emang nggak tahu.. aku seenaknya aja datang terlambat,datang pake sandal bukan sepatu..padahal nggak mungkin kan buat foto wisuda pake sandal merah kembang-kembang.. Akhirnya guruku yang heboh pinjam sepatu teman dan diukur sama kakiku..dicoba-,kegedean, coba yang lain, kakiku kejepit, cari lagi dan akhirnya ketemu deh yg seukuran.. terus didandanin pake lipstik lah, bedak lah..dulu sih paling nggak suka, makanya fotonya agak merengut..pake lipstik gak enak,weekk.
yahh,itu sedikit kenangan terakhir waktu Tk.
Karena teringat waktu-waktu Tk itu, aku jadi pengen buat Tk, ngurusin anak-anak, tanamkan akidah islam sama mereka, ngajarin baca quran, berdoa, shalat, b.inggris,b.arab, semuanya dehh.. karena begitulah Tk ku dulu.. disitu aku mulai belajar dari Iqra 1 sampai Al Quran,jadi di Tk itu pertama kali aku kenal huruf hijaiyah, kenal jilbab, dan ibadah-ibadah lain. Menurutku pribadi, walaupun rasanya masa itu lewat gitu aja, tapi aku terasa manfaatnya. karena memang kan anak kecil itu gampang menangkap informasi baru dan biasanya awet di otak. Makanya, aku juga pengen punya Tk yang disitulah anak diberi pemahaman tentang agama, tentang keesaan Allah dengan cara yang mudah, yah, sekolah itu kan pendidik nomor 2 setelah rumah (orang tuanya).
Semoga ada jalan nanti bisa punya TK islam.. namanya sudah ku rancang "Bahrul'Ilmi" .
anak-anak kecil itulah yang akan terus memperjuangkan tegaknya agama Islam..aku juga pengen memberi sumbangsih buat generasi penerus,pejuang-pejuang Islam. Wish It'll be true..amin

foto yang sebelahnya pake jilbab olahragaku..bajunya warna merah.keren

Sabtu, 02 April 2011

Cukuplah Allah bagiku !

Ini adalah renungan untuk aku dan kalian
Teman ! Tahukah kalian?. Selama hidupku, aku takut teman memujiku, sedangkan Allah murka kepadaku, karena penyakit yang bersarang di hatiku. Ria. Ria adalah rasa ketidakikhlasan kita akan amal perbuatan yang kita lakukan, membangggakan segala kesuksesan agar dipuji , dipandang, dan dimuliakan orang lain. Tidakkah kita sadar? Sesungguhnya pujian itu datang karena Allah Yang Maha Tahu keadaan hambaNya, masih menutup-nutupi aib, kebusukan, kekurangan dan dosa-dosa kita agar orang lain tidak mengetahuinya, sehingga yang orang lain lihat hanyalah kebaikannya saja. Coba fikirkan teman! Bagaimana jika aib kita tidak ditutupi oleh Allah, orang lain tahu aib kita, pasti kita tidak akan mampu menampakkan wajah kita lagi. Jangankan berharap mendapat pujian dari orang lain, diperhatikan saja tidak. Yang ada hanya cemoohan atas aib kita. Terkadang aib atau kejelekan kitalebih gampang diingat orang lain, keburukan yang akan menjadi cap diri kita. Hanya karena kemurahan Allahlah terjaga aib-aib kita.
Temanku! Aku juga takut akan sifat sombong yang sering mampir saat berhasil mengerjakan sesuatu, saat memiliki sesuatu, saat diri merasa lebih tinggi dari yang lain. Padahal pandanglah diri kita, kita hanya hamba Allah yang sangat kecil, kita hanyalah makhluk yang diciptakan dari saripati air yang hina (air mani). Allahlah yang memberikan pendengaran, penglihatan, dan hati, serta masih banyak lagi nikmat yang diberikan kepada kita. Jadi, apa yang bisa kita sombongkan. Tahukah teman? Terjadinya hati sombong berasal dari “merasa memiliki”. Padahal seharusnya kita merasa tertitipi belaka. Segala-galanya hanyalah milik Allah SWT sesuai dengan firmanNya dalam QS. Al-Baqarah : 284 “Kepunyaan Allah lah segala apa yang ada di langit, dan apa yang ada di bumi, dan jika kamu melahirkan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya niscaya, Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu”.
Jadi, yang ku harapkan dari diri ini adalah timbulnya keikhlasan dalam setiap perbuatan. Aku yakin, pasti kalian juga begitu. Bukankah kita sudah tahu? Salah satu manfaat yang akan dirasakan saat kita ikhlas adalah rasa ketentraman jiwa dan ketenangan batin. Mengapa? Karena orang yang ikhlas tidak akan diperbudak oleh penantian untuk mendapat pujian, penghargaan, atau diber I imbalan. Jika kita tidak ikhlas, kita pasti kecewa apabila tak ada seorangpun yang memuji kebaikan kita. Tapi apabila kita ikhlas, tidak akan pernah terbersit sedikitpun rasa kecewa, karena kita yakin bahwa kenikmatan itu bukanlah dari mendapatkan, melainkan dari apa yang bisa kita persembahkan. Tanamkanlah dalam hati kita “ Cukuplah Allah bagiku, cukuplah Allah yang mengetahui dan membalas apa yang aku lakukan”. Jadi, biasakanlah diri kita untuk tidak menyebut-nyebut dan n=mengingat-ingat kebaikan yang telah kita lakukan , karena bisa saja pahala kebaikan kita disisi Allah SWT menjadi berkurang hanya karena kit aria dan sombong.Sesuai dengan firman Allah swt dalam QS. Al-Baqarah 264 “ … maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah
dia bersih (tidak bertanah)”. Jelas kita tidak mau perbuatan kita sia-sia seperti perumpamaan itu kan?
Sekali lagi ku katakana pada kalian , teman-temanku tersayang. Katakanlah “ Cukuplah Allah bagiku”. Ku harap, kita bisa saling mengingatkan . Wallahu a’lam

Kamis, 03 Februari 2011

KEUTAMAAN MEMBACA ALQURAN

Al-Quran adalah kalamullah (firman Allah). Keutamaanya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah SWT atas seluruh makhluk-Nya. Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan.
* Pahala mengajarkannya :
Sabda Nabi SAW : "Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya (Al.Bukhari)
* Pahala membacanya : Sabda Nabi SAW : "Siapa saja membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Quran), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya." (HR. At-Tirmidzi.
* Keutamaan mempelajari al-Quran, menghafalnya dan pandai membacanya : Sabda Nabi SAW :
" Perumpamaan orang yang membaca al-Quran sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca al-Quran sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya dua pahala." (HR. Muttafaq'alaih).
Dan sabda Nabi SAW : "Dikatakan kepada ahli al-Quran, 'Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membaca di dunia, karena kedudukanmu terletak pada akhir ayat yang kamu baca."(HR. At-tirmidzi).
Al-Khaththabi mengatakan: "Disebutkan dalam atsar bahwa jumlah ayat al-Quran adalah sesuai jumlah tingkatan dalam surga. Dikatakan kepada pembaca (al-Quran), 'Naiklah dalam tingkatan sesuai dengan ayat al-Quran yang sebelumnya kamu baca (di dunia). 'Karena itu siapa yang membaca dengan sempurna seluruhnya al-quran, maka ia menempati tingkatan surga yang paling atas di akhirat. Sedang siapa yang membaca satu juz darinya, maka kenaikannya dalam tingkatan surga sesuai dengan bacaannya itu. Dengan demikian, akhir pahalanya adalah pada akhir bacaannya."
Sumber : TAFSIR AL-'USYR AL-AKHIR

Subhanallah, sudah jelas adanya keutamaan membaca al-Quran, begitu juga dengan menghafal alquran, para malaikat akan bersamanya saat ia membaca ayat al-Quran yang ia hafal.

Sekarang, tinggal kita, mau atau tidak mendapat segala keutamaan itu. Selain dibaca, hendaknya kita juga senantiasa mencoba untuk memahami serta mengamalkan isi al-Quran, karena al-Quran memang untuk pedoman hidup manusia. Sungguh para sahabat Nabi SAW mempelajari al_Quran dari Rasulullah sepuluh ayat, maka mereka tidak menambah lagi sepuluh ayat lain sehingga mereka mengetahui tentang ilmu dan amal yang terkandung di dalamnya. Mereka mengatakan: " Maka kami mengetahui ilmu dan pengamalannya".

Minggu, 30 Januari 2011

Muasykar Lughoh STIS Hidayatullah

Rabu, 26 Januari 2011, mushala asrama putri Hidayatullah dipenuhi oleh mahasiswi STIS Hidayatullah, mulai dari mahasiswi semester 1 sampai semester 7. Jam 9 pagi, acara muasykar lughoh tahun 2011 dibuka oleh Ketua Panitia yaitu Ukhti Yanti.
Muasykar sama dengan camping, Lughoh disini maksudnya berbahasa arab. Jadi, acara mahasiswi STIS kali ini adalah camping yang dalam berbagai kegiatannya harus menggunakan bahasa Arab.Walaupun belum bisa sepenuhnya berbahasa arab, namun diharapkan mahasiswi bisa menggunakan bahasa arab yang sudah dikuasai.
Tema Muasykar kali ini " Masa Depan Menantimu Wahai Generasi Pilihan"
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mengisi masa libur kuliah setelah ujian kenaikan semester.
Muasykar ini berlangsung selama 4 hari, mulai dari tanggal 26-29 Januari.
Muasykar ini dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan yang mengasah otak dan menampilkan kekompakan diantaranya , lomba meng-i'rab kaliamat dalam bahsa arab, speech contest dalam bahasa arab dan inggris, cerdas cermat, nasyid,kreasi masakan, sampai permainan bola voli dan sepak bola putri. Semua kegiatan berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Walaupun keadaan cuaca kurang mendukung karena sering turun hujan, tapi tetap tidak menyurutkan semangat mahasiswi untuk berpartisipasi dalam muasykar lughah 2011.
Diahrapkan kegiatan muasykar lughah ini dapat dilaksanakan terus menerus setiap tahunnys, untuk menambah kekompakan sesama mahasiswi.

"I LIKE IT ^-^b "

Sabtu, 11 Desember 2010

banyak peraturan?!?

Have you ever known about Hidayatullah??
bagi yang belum tahu, sedikit ana ceritain ya..!
Hidayatullah itu adalah " Jamaah min Jamaatul Muslimin" maksudnya salah satu jamaah dari berbagai jamaah muslim. Yang hadir untuk membangun kembali peradaban Islam di Indonesia, bukan untuk membangun yang baru, tapi membangun peradaban yang memang dulunya pernah ada.
Di lembaga Hidayatullah ini, ada Pondok Pesantren yang tersebar di berbagai daerah di Indo
nesia, mulai dari perkotaan sampai pelosok desa. Ini dibuat sebagai salah satu wujud agar terciptanya peradaban Ialam sedikit demi sedikit di Indonesia.

Nah, apa yang bakal terlintas di fikiran orang, kalau dengar sebutan pondok pesantren ??
mungkin ada yang berfikir, itu tempat yang pas buat belajar agama, atau santrinya pasti shaleh-shalehah, atau malahan berfikir santrinya pasti kuno banget, nggak mau tahu urusan dunia, atau ada yang berfikir tinggal di pesantren = masuk penjara.
yaa, itu terserah pendapat masing-masing deh.
Sekarang ana cuma mau berbagi sedikit pendapat ana tentang ponpes Hidayatullah.
Kalau ada orang yang bilang pesantren itu kayak penjara, ana dukung aja. Tapi lebih enak kalau dibilang penjara suci, bukan berarti semua yang ada di psantren itu suci, tapi berbagai kegiatan di pesantrenlah yang buat santrinya berusaha suci dan dekat pada Sang Illahi.
Memang banyak peraturan kalau tinggal di pesantren, tapi itu semua tujuannya baik kok!.
Salah satu peraturan yang terasa berat adalah santri nggak boleh bawa alat komunikasi, jadi kalau mau telfon or sms ,yaa harus ijin ke rumah ibu pembimbing asrama dulu. Sebenarnya, menurut ana, tujuan dari itu bukannya menjauhkan santri pada orang di luaar pesantren, tapi untuk membatasi hal-hal negatif yang bisa mampir. Misalnya, kalau santri -apalagi santri yang masih remaja- pegang hp, suka nggak konsen pas belajar dan ibadah. Biasanya, kalau udah ada sms masuk, di bela-belain nggak ikut jamaah. Padahal kan pahala shalat jamaah itu 27 derajat lebih tinggi daripada sendirian. Nah, itu yang jadi alasan ustadz n ustadzah membatasi santri.

jadi, sebenarnya pasti ada tujuan baik di balik peraturan yang dikasih. Let's enjoy It.. Pesantren is not bad.